Egy Maulana Cetak Goal Indah Bersama Lechia Gdansk

Pemain asal Indonesia, Egy Maulana membagikan pengalaman serunya mencetak dua goal bersama dengan Lechia Gdansk melalui akun instagramnya. Momen indah tersebut merupakan salah satu pengalaman tak terlupakan yang dimiliki oleh Egy. Dalam bentuk video, egy yang merupakan pemain asal medan tersebut mentag pemain gelandang asal Newcastle Jets, Syharian Abimanyu. Perkembangan karir keduanya di klub Eropa memang sedang hangat diperbincangan oleh banyak masyarakat Indonesia.

Egy Jalani Sesi latihan di Lechia Gdansk

Goal goal yang diciptakan oleh Egy merupakan goal yang dia cetak menggunakan kaki kirinya. Moment tersebut diambil pada saat sesi latihan. Dalam video yang dia bagikan, terlihat bahwa latihan yang dilakukan terjadi di musim dingin di mana lapangan sedang dikelilingi oleh salju. Ini adalah momen yang penuh dengan banjir komentar dari netijen terutama netijen Indonesia yang sejak lama sudah memperhatikan perkembangan pemain ini dari masa masa klub di Indonesia hingga akhirnya memutuskan untuk bergabung di Lechia Gdansk.

Goal pertama yang tercipta terlihat seperti tendangan yang melengkung dan bola pun berasal dari bola hidup. Pemain tim nasional Indonesia under 23 tersebut dengan cekatan mampu melepaskan bola dengan tendangannya yang tenang. Bola mampu melengkung ke bagian pojok gawang. Ini adalah goal yang tercipta setelah mendapatkan umpan dari rekan satu timnya yang akhirnya mampu membuat kipper kelabakan. Egy memang sudah terkenal mampu memperlihatkan teknik bermain yang unggul dibandingkan pemain seusianya.

Goal satu lagi, Egy Maulana mencetak goal dalam keadaan bola mati. Pemain yang pernah bermain di SKO Ragunan itu menembakkan bola dengan melengkung ke tiang gawang tanpa bisa ditahan oleh kipper. Ketika bola pun dipastikan masuk, maka Egy melakukan selebrasi kecil dengan cara menganyunkan tangan ke arah kamera. Goal indah inipun mendapatkan pujian dari para komentator. Beberapa kali Egy terlihat sering membagikan pengalaman dirinya saat melakukan latihan bersama dengan Lechia Gdanks.

Musim Terakhir dengan Lechia Gdanks

Goal goal yang tercipta bersama dengan Lechia Gdansk bukanlah kali pertama bagi Egy. Di dalam instastory klub pun tak jarang tendangan tendangan egy dipamerkan. Namun di musim ini, Egy akan menjalani musim terakhir bersama klub daftar slot via gopay karena jika sesuai kontrak maka dirinya akan berakhir pada 30 Juni mendatang. Egy menanda tangani kontrak terakhir pada tahun 2018 yang lalu. Sampai saat ini belum ada kabar apakah kontrak akan diperpanjang atau akan seperti apa karir sepak bola yang dijalani oleh Egy.

Selama berada di Lechia, Egy sudah melakukan pertandingan sebanyak lima kali dengan waktu pertandingan sekitar 62 menit. Sampai saat ini tidak ada rencana Egy untuk kembali ke Indonesia dan bergabung di salah satu klub di Indonesia. Kemungkinan besar Egy pun ingin menjalani karir di persepak bolaan internasional untuk bisa memaksimalkan performanya juga mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Setelah Lechia, entah akan ke klub mana lagi Egy maulana akan melabuhkan dirinya.

Permainan sepak bola dan teknik yang baik adalah kelebihan egy Maulana. Dirinya yang pernah membawa nama Indonesia di beberapa turnamen regional bersama dengan tim. Kiprah egy pun semakin apik saat dirinya didapuk menjadi kapten dan mampu memperllihatkan performa permainan yang banyak disukai oleh masyarakat. Dukungan dari Indonesia terus mengalir untuk Egy dengan harapan Egy membawa banyak perubahan untuk sepak bola di Indonesia di masa yang akan datang.

Mengenal Jadon Sancho, Harta Inggris yang dilatih Bundesliga

Kompetisi ketat di ajang Liga Inggris terkadang berdampak buruk pada perkembangan para pemain mudanya. Misalnya saja pemain Liga Inggris Jadon Sancho memilih untuk menyingkir sesaat dan kemudian menimba ilmunya di Bundesliga bersama dengan Borrusia Dortmund.

Jason Sancho Pilih ‘dilatih’ Bundesliga

Potensi pemain muda tersebut sebagai pemain berbakat sudah terlihat pasalnya saat Manchester City memainkannya untuk bergabung ke akademi di usia muda yaitu Saat dirinya masih 14 tahun. Jason Sancho, di usia belasan tersebut tampil dengan sangat Gemilang bersama dengan Timnas Inggris dan tak tanggung-tanggung ia sukses membawa negara tersebut menjadi juara Piala Dunia U-17 2017. Jadon Sancho juga menjadi salah satu pemain kunci bersama dengan rekan setimnya, Phill Foden, dan juga bomber Liverpool, Rhian Brewster.

Namun berbeda dengan Phil Foden, yang malam masuk Kemal skuad utama di Manchester City, Jadon Sancho pasalnya tak melihat peluang untuk menembus tim inti dalam waktu dekat ini. Kemudian hasilnya adalah dirinya memilih untuk bergabung dengan Borussia Dortmund di Bundesliga pada tahun 2017.Keputusan bandar darat ini bukanlah hal yang mudah karena pemain-pemain muda Inggris lebih banyak menghabiskan waktunya di kompetisi domestik. 

Bahkan, bisa dikatakan bahwa Sancho  tercatat menjadi pemain Inggris pertama yang menjalani laga Bundesliga bersama dengan Borussia Dortmund.Keberaniannya untuk bergabung dengan Bundesliga kemudian memulai karir jauh dari Inggris akhirnya berbuah manis. Sancho  akhirnya mendapatkan kepercayaan besar dari Borusia Dortmund yang dikenal punya kepercayaan tinggi untuk menurunkan pemain-pemain muda.

Setelah satu musim diadaptasi kemudian Sancho sudah menjalani 34 buah lagi bersama dengan tersebut di musim kedua. Bagaimana dengan catatan golnya? catatan golnya langsung meningkat tajam menjadi 13 gol Semusim. performa apiknya tersebut berhasil Diteruskan oleh dirinya di musim ini. dan berdasarkan catatan Bundesliga, Sancho sudah mencetak 17 buah gol dan 16 assist di musim ini. totalnya, dirinya telah menorehkan 22 gol di seluruh kompetisi.

Performanya Makin Meningkat di Bundesliga dengan Borrusia Dortmund

Winger borusia Dortmun ini masuk ke dalam daftar pemain tersubur mencetak gol dan juga assist seperti yang pernah dilakukan oleh Eden Hazard dan Lionel Messi. dirinya menjadi buah bibir setelah mencetak hattrick saat Dortmund berhasil mengalahkan SC Paderborn dengan skor 6-1 pada lanjutan ajang Bundesliga yang berlangsung pada hari Minggu (31/5) lalu. 

Sekarang ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Sancho sampai sekarang ini mengemas 17 gol dan juga 16 assist di Liga Jerman 2019/2020. sebuah statistik yang bisa dikatakan cukup mengagumkan bagi pemain berusia 20 tahun.  dicatat juga pemain asal Inggris tersebut menjadi pemain kelima yang sanggup mencetak setidaknya 15 gol dan juga 15 assist dalam semusim pada kompetisi domestik.

Sancho malahan sudah sukses memegang rekor sebagai pemain termuda yang mampu mencetak 30 gol di ajang Bundesliga. Dengan segala prestasi yang ditunjukkannya dalam tiga musim di Dortmund, kemudian sekarang klub-klub Inggris berebut untuk memulangkan dirinya ke Inggris lagi. Bisa dikatakan bahwa kepiawaiannya dalam mencetak gol dan juga serius membuat banyak Lapindo tergoda untuk bisa menggunakan tenaganya.

Beberapa klub Inggris yang tertarik untuk memulangkan pemain muda ini misalnya Manchester City, Manchester United, dan juga tak ketinggalan Liverpool. klub-klub Premier League tersebut dikabarkan ingin merekrut Sancho secepatnya.  ketika berbicara tentang kontraknya dengan Dortmund, kontrak Sancho dengan Dortmund pasalnya baru akan berakhir 2022 mendatang. itu artinya Dortmund masih memiliki kemungkinan untuk melepas pemain muda tersebut di akhir musim ini demi mendapatkan bayaran yang besar.  Menurut data yang dilansir dari CNN Indonesia, nilai Sancho  saat ini ada di Kisaran 130 juta Euro atau setara dengan Rp. 2 triliun.

Tae Yong dinilai Jadi Orang Paling Tepat Sebagai Menejer Pelatih Timnas Indonesia

Posisi Shin Tae Yong sebagai menejer pelatih Timnas Indonesia sekarang ini dinilai pengamat sepak bola nasional yang sering memberikan pendapatnya, Mohammad Kusnaeni, sebagai keputusan yang sudah sangat tepat. Kondisi ini menurutnya dipercaya dapat membantuk sebuah tangga karir bagi pelatih lokal.

Shin Tae Yon: Sosok yang Pas Jadi Menejer Pelatih Timnas Indonesia

PSSI pasalnya memutuskan untuk mengangkat Shin Tae Yong jadi menejer pelatih Timnas Indonesia. Dirinya bertugas dan juga bertanggung jawab atas prestasi di skuat Garuda Indonesia Senior, U-23 dan U-19. Wah, beban yang cukup berat juga bagi Tae Yong.

Shin Tae Yong sendiri dijadikan pelatih Timnas Indonesia Senior tidak sendiri karena ia didampingi oleh Indra Sjafri sebagai asisten pelatihnya. Namun Indra pun menjadi pelatih kepala bagi Timnas Indonesia U-23 yang mana dibantu oleh Nova Arianto serta Kim Woo Jae. Untuk Timnas Indonesia U-19, pelatihnya dipegang oleh Gong Oh-kyun yang mana didampingi oleh Nova. Sementara, U-16 pelatihnya masih sama, Bima Sakit yang juga tetap di bawah pengawasan Shin Tae Yong.

“Ini adalah hal yang normal dan sangat lumrah. Di Eropa saja seperti itu. Pelatih senior melakukan supervise pelatih-pelatih di level bawahnya. Secara struktur ini sudah bagus,” kata Kusnaeni yang dilansir dari CNN Indonesia lewat sambungan telepon hari Jumat (10/1). Struktur kepelatihan yang sama sebetulnya sudah pernah digunakan 2 tahun lalu ketika Timnas Indonesia dipegang oleh Luis Milla. Akan tetapi, tetap saja masih belum efektif.

Bima Sakti yang mana didapuk jadi asisten pelatih dianggap masih sangat minim pengalaman untuk bisa menggantikan Luis Milla yang tidak diperpanjang lagi kontraknya di Skuat Garuda Indonesia. “Kesalahannya kala itu adalah asistennya yang dipilih bukan yang berpengalaman. Pelajarannya adalah saat memilih asisten pelatih loka harus yang memiliki kualifikasi,” kata Kusnaeni.

“Ini juga buat jaga-jaga kalau Shin Tae Yong ada apa-apa di tengah jalan harus orang yang siap yang pegang. Begitu juga di level ke bawahnya dan juga seterusnya. Sehingga terbentuk lah yang namanya tangga karir,” imbuhnya lagi.

Kusnaeni Agak Beda Pandangan dengan PSSI

Kusnaeni juga menyebutkan bahwa ia cendrerung agak beda pendapat dengan PSSI. Hal ini karena PSSI memberikan fokus apda Shin Tae Yong sebagai pelatih di Timnas Senior. Menurutnya, padahal pelatih 49 tahun tersebut menyebut tak terlalu percaya diri dengan prospek tim senior. “Tapi saya mengerti bagaimana pun juga timnas senior itu adalah tolok ukur sepak bola Indonesia di mata internasional. Namun juga harus dipahami bahwa sepak bola Indonesia ini seperti apa. Sebab di saat yang bersamaan juga kita punya tantangan yang sangat besar, jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” tambahnya lagi.

Untuk Kusnaeni sendiri, menjadikan Shin Tae Yong ini sebagai kepala pelatih Timnas togel hk 2020 Senior keuntungannya tak sebesar saat ia ditempatkan untuk fokus saja di Timnas Indonesia U-20. Hal ini karena Timnas U-20 pun saat ini diberikan beban untuk menjadi tuan rumah dan meraih prestasi di Piala Dunia U-20 2021 esok.

Iwan Bule, selaku Ketua PSSI sudah diminta oleh Jokowi untuk mempersiapkan Piala Dunia U20 2021 secara matang baik dari segi fasilitas, dan juga timnas Indonesia U-20. Jokowi mengatakan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia harus dibeni demi dapatkan pemain yang sangat berkualitas dan bisa meraih prestasi.