Mengenal Jadon Sancho, Harta Inggris yang dilatih Bundesliga

Kompetisi ketat di ajang Liga Inggris terkadang berdampak buruk pada perkembangan para pemain mudanya. Misalnya saja pemain Liga Inggris Jadon Sancho memilih untuk menyingkir sesaat dan kemudian menimba ilmunya di Bundesliga bersama dengan Borrusia Dortmund.

Jason Sancho Pilih ‘dilatih’ Bundesliga

Potensi pemain muda tersebut sebagai pemain berbakat sudah terlihat pasalnya saat Manchester City memainkannya untuk bergabung ke akademi di usia muda yaitu Saat dirinya masih 14 tahun. Jason Sancho, di usia belasan tersebut tampil dengan sangat Gemilang bersama dengan Timnas Inggris dan tak tanggung-tanggung ia sukses membawa negara tersebut menjadi juara Piala Dunia U-17 2017. Jadon Sancho juga menjadi salah satu pemain kunci bersama dengan rekan setimnya, Phill Foden, dan juga bomber Liverpool, Rhian Brewster.

Namun berbeda dengan Phil Foden, yang malam masuk Kemal skuad utama di Manchester City, Jadon Sancho pasalnya tak melihat peluang untuk menembus tim inti dalam waktu dekat ini. Kemudian hasilnya adalah dirinya memilih untuk bergabung dengan Borussia Dortmund di Bundesliga pada tahun 2017.Keputusan bandar darat ini bukanlah hal yang mudah karena pemain-pemain muda Inggris lebih banyak menghabiskan waktunya di kompetisi domestik. 

Bahkan, bisa dikatakan bahwa Sancho  tercatat menjadi pemain Inggris pertama yang menjalani laga Bundesliga bersama dengan Borussia Dortmund.Keberaniannya untuk bergabung dengan Bundesliga kemudian memulai karir jauh dari Inggris akhirnya berbuah manis. Sancho  akhirnya mendapatkan kepercayaan besar dari Borusia Dortmund yang dikenal punya kepercayaan tinggi untuk menurunkan pemain-pemain muda.

Setelah satu musim diadaptasi kemudian Sancho sudah menjalani 34 buah lagi bersama dengan tersebut di musim kedua. Bagaimana dengan catatan golnya? catatan golnya langsung meningkat tajam menjadi 13 gol Semusim. performa apiknya tersebut berhasil Diteruskan oleh dirinya di musim ini. dan berdasarkan catatan Bundesliga, Sancho sudah mencetak 17 buah gol dan 16 assist di musim ini. totalnya, dirinya telah menorehkan 22 gol di seluruh kompetisi.

Performanya Makin Meningkat di Bundesliga dengan Borrusia Dortmund

Winger borusia Dortmun ini masuk ke dalam daftar pemain tersubur mencetak gol dan juga assist seperti yang pernah dilakukan oleh Eden Hazard dan Lionel Messi. dirinya menjadi buah bibir setelah mencetak hattrick saat Dortmund berhasil mengalahkan SC Paderborn dengan skor 6-1 pada lanjutan ajang Bundesliga yang berlangsung pada hari Minggu (31/5) lalu. 

Sekarang ini seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, Sancho sampai sekarang ini mengemas 17 gol dan juga 16 assist di Liga Jerman 2019/2020. sebuah statistik yang bisa dikatakan cukup mengagumkan bagi pemain berusia 20 tahun.  dicatat juga pemain asal Inggris tersebut menjadi pemain kelima yang sanggup mencetak setidaknya 15 gol dan juga 15 assist dalam semusim pada kompetisi domestik.

Sancho malahan sudah sukses memegang rekor sebagai pemain termuda yang mampu mencetak 30 gol di ajang Bundesliga. Dengan segala prestasi yang ditunjukkannya dalam tiga musim di Dortmund, kemudian sekarang klub-klub Inggris berebut untuk memulangkan dirinya ke Inggris lagi. Bisa dikatakan bahwa kepiawaiannya dalam mencetak gol dan juga serius membuat banyak Lapindo tergoda untuk bisa menggunakan tenaganya.

Beberapa klub Inggris yang tertarik untuk memulangkan pemain muda ini misalnya Manchester City, Manchester United, dan juga tak ketinggalan Liverpool. klub-klub Premier League tersebut dikabarkan ingin merekrut Sancho secepatnya.  ketika berbicara tentang kontraknya dengan Dortmund, kontrak Sancho dengan Dortmund pasalnya baru akan berakhir 2022 mendatang. itu artinya Dortmund masih memiliki kemungkinan untuk melepas pemain muda tersebut di akhir musim ini demi mendapatkan bayaran yang besar.  Menurut data yang dilansir dari CNN Indonesia, nilai Sancho  saat ini ada di Kisaran 130 juta Euro atau setara dengan Rp. 2 triliun.

Haruskah Rossi Pensiun dari MotoGP?

valentino Rossi, pebalap Yamaha, diminta untuk pension dini saja di gelaran MotoGP 2020. Hal ini menyusul opini beberapa pihak bahwa pebalap yang kontraknya bakal berakhir musim ini dinilai tidak lagi kompetitif. 

Rossi Dinilai Tak Lagi Kompetitif

Pernyataan tersebut pasalnya datang dari mantan pebalap MotoGP yaitu Carlos Checa. Peria 47 tahun tersebut menilai bahwa sudah saatnya Rossi penisun dari panggung besar MotoGP yang sampai saat ini mampu membesarkan namanya. “Dia pebalap yang luar biasa. Salah satu yang terbaik dalam sejarah, memang. Namun ia tak lagi pebalap yang semua orang ingin lihat,” ungkap Checa dilansir dari CNN Indonesia.

“Melihatnya bersaing untuk bisa ke posisi 10 besar dan kemudian terjatuh, sudah tak lagi masuk akal. Ini bukan soal pertanyaan lanjut apa tidak, pertanyaannya adalah apakah yang akan dilakukan Rossi ini masih masuk akal?” imbuhnya.

Checa, memang secara pribadi, tidak memungkiri bahwa ia masih ingin melihat Rossi balapan sampai dengan 3 tahun ke depan. Checa sendiri menilai bahwa kehadiran pebalap 41 tahun tersebut bagus bagi ajang MotoGP. Tapi bukan sesuatu yang positif jika dilihat dari aspek olahraga. “Tetapi (penisun atau tak pension) kembali pada keputusan Rossi. Saya menghormati dia dan juga seluruh fans harus berterima kasih pada dirinya,” tambah Checa yang pernah menjadi juara Superbike di tahun 2011 silam itu.

Sepak Terjang Rossi di MotoGP: Sudah 20 Tahun Berkarir

Rossi pasalnya sudah berkarir di ajang bergengsi MotoGP selama 20 tahun lamanya. Dalam rentang waktu itu, pebalap yang lahir di Urbino, Italia tersebut memang berhasil membuktikan kehebatan dan konsistensinya. Ia berhasil meraih 7 gelar juara dunia MotoGP.

Pebalap yang akrab dijuluki sebagai The Doctor ini terakhir kalinya menjadi juara tahun 2009 lalu. Setelah itu, Rossi mulai kesulitan untuk mengulangi pencapaiannya totobet sgp yang menakjubkan itu. Dan di ajang MotoHP musim lalu, sayangnya ia Cuma bisa menempati posisi ke-7 klasemen pebalap.

Dan di ajang MotoGP 2019, Rossi tak sekalipun bisa keluar sebagai juara seri. Prestasi terbaik Rossi Cuma bisa finis kedua di MotoGP Argentina dan MotoGP AS.

Dorna Sports diminta Pastikan Rossi Tak Pensiun

Namun pihak yang tidak menginginkannya pension dini juga ternyata tak sedikit. Bahkan Rossi diprediksi menjadi penyelamat ajang MotoGP dari krisis setelah wabah corona ini. Dorna Sports juga pasalnya disarankan untuk memastikan bahwa Rossi tak akan pensiun dulu.

Wabah corona ini memang membuat kompetisi Grand Prix sepeda motor dan MotoGP langsung secara keseluruhan tak berjalan. Kondisi tersebut membuat tim-tim Moto3 dan Moto2 langsung terkena krisis finansial sampai dengan Dorna yang harus memberikan subsidi untuk membayar gaji kru.

Krisis yang lebih banyak lagi berpeluang terjadi di ajang MotoGP karena walaupun balapan dapat tetap dielar setelah wabah ini berakhri, jumlah penontonnya diprediksi menurun drastic karena masih adanya ketakutan atas pandemic corona ini yang belum juga berakhir.

Dan pengamat MotoGP dari Italia, Carlo Pernat, menganggap bahwa Rossi lah penyelamat kebangkitan MotoGP setelah wabah ini selesai. “Rossi bakal balapan di MotoGP 2021, itu pasti, dan sangat penting bagi MotoGP dia melakukannya. Rossi adalah satu-satunya pebalap yang bisa memberikan MotoGP penonton, yang jika ia pensiun, penonton belum tentu ada di sana. Rossi jatuh cinta pada balapan…Rossi tak akan bisa merebut juara dunia lagi, tapi dia akan meraih beberapa podium,” tukasnya.

Ruselli Hartawan Ditunggu Lawan Tangguh di Babak Utama Indonesia Masters 2020

Indonesia Masters 2020 Super 500 sedang bergulir mulai dari hari ini dan sebagian pebulutangkis Indonesia telah bermain dan salah satunya adalah Ruselli Hartawan yang sukses melaju ke babak utama Indonesia Masters setelah berhasil menang di babak kualifikasi. Namun sayangnya pebulutangkis muda ini akan langsung berhadapan dengan lawan berat di babak pertama yaitu Michelle Li dari Kanada dan dirinya mengaki benar-benar mewaspadai calon lawannya itu.

Ruselli Hartawan Waspadai Serangan Michelle Li

Ruselli Hartawan menilai bahwa Li merupakan lawan yang sangat tangguh bahkan itu juga sudah dibuktikannya sendiri dari setiap laga yang akhirnya membawa pebulutangkis kelahiran Hongkong itu di peringkat delapan ranking dunia tunggal putri saat ini. Untuk turnamen Indonesia Masters saat ini, Li berada pada unggulan ketujuh dan jelas Ruselli harus benar-benar waspada pada permainan yang akan ditunjukkan oleh Li ini. Ruselli juga akan mencoba mempersiapkan dirinya dengan sangat baik.

Ini semua bertujuan untuk menang dan meraih hasil baik untuk melangkah maju ke babak berikutnya. Pertemuan yang akan terjadi di Indonesia Masters antara keduanya ini merupakan yang pertama kali. Sejauh ini keduanya belum pernah saling berhadapan sehingga Ruselli sendiri mengakui bahwa dirinya kurang memahami dengan baik seperti apa permainan dari Li. Seperti yang dilansir dari website resmi PBSi, Ruselli mengatakan jika dirinya harus waspada benar dengan performa dari Li.

Ruselli menilai bahwa Li bukan permain yang buruk melainkan justru sangat baik dan yang harus dilakukannya saat ini adalah mempelajari dengan baik permainan Li dan juga hal yang paling diwaspadai oleh Ruselli adalah serangannya karena Li memiliki kelebihan yaitu postur tubuhnya yang tinggi. Dia menilai bahwa serangan yang dimiliki Li pasti tajam sehingga dia hanya ingin memperkuat pertahanan lebih baik lagi terlebih Ruselli juga bermain di depan para pendukung sendiri di Istora.

Keberhasilan Ruselli Hartawan Tembus Babak Utama Indonesia Masters 2020

Tunggal putri Indonesia ini diketahui berhasil melaju ke babak utama dari turnamen Indonesia Masters setelah mengandaskan wakil dari China Taipei yaitu Pai Yu Po dalam dua game langsung di babak kualifikasi dengan skor 21-18 dan juga 23-21. Tentu saja hasil baik yang diperoleh Ruselli Hartawan ini semakin menambah tren positif yang diraihnya atas lawan yang sama dimana pertemuan keduanya yang terakhir ini terjadi beberapa hari yang lalu dalam Malaysia Masters 2020.

Laga tersebut juga berhasil dimenangkan oleh Ruselli namun dalam pertarungan 3 game yaitu 13-21, 21-14 dan game ketiga dengan 21-17. Sebab itulah, keberhasilannya menang lagi dari lawan yang sama dalam dua game ini disambut dengan senang oleh Ruselli. Ruselli pun mengatakan jika hal ini dapat terjadi sebab kali ini dirinya berhasil untuk bermain dengan lebih tenang lagi di lapangan. Sempat membuat banyak sekali kesalahan di game kedua, akhirnya Ruselli kembali menutup set dengan kemenangan setelah terjadi setting pada point 20.

Seperti yang dilansir oleh halaman resmi PBSI, peraih medali perak Sea Games 2019 ini mengakui jika di babak kedua, dirinya melakukan banyak sekali kesalahan togel singapore 2020. Dia mencobauntuk mengejar dan juga meladeni terus permainan yang diberikan oleh lawan sebelum akhirnya dia pun menyerang balik. Dia pun mengatakan jika hasilnya kali ini lumayan dibandingkan pertemuan mereka di Malaysia Masters sebelumnya dimana Ruselli mengakui jika dirinya lebih banyak kesalahan dan mati sendiri.

Belum lagi dirinya juga lebih sering bermain terburu-buru. Ruselli Hartawan juga mengatakan jika kendala yang dialaminya di babak kualifikasi adalah angin namun dia mengaku cepat beradaptasi. Kini salah satu andalan Indonesia ini harus mengatur kembali staminanya karena harus berhadapan dengan salah satu pemain yang bertengger di peringkat 8 dunia Michelle Li dari Kanada yang belum bermain hari ini sehingga dipastikan Li akan bermain dalam stamina penuh menghadapi Ruselli.

Tae Yong dinilai Jadi Orang Paling Tepat Sebagai Menejer Pelatih Timnas Indonesia

Posisi Shin Tae Yong sebagai menejer pelatih Timnas Indonesia sekarang ini dinilai pengamat sepak bola nasional yang sering memberikan pendapatnya, Mohammad Kusnaeni, sebagai keputusan yang sudah sangat tepat. Kondisi ini menurutnya dipercaya dapat membantuk sebuah tangga karir bagi pelatih lokal.

Shin Tae Yon: Sosok yang Pas Jadi Menejer Pelatih Timnas Indonesia

PSSI pasalnya memutuskan untuk mengangkat Shin Tae Yong jadi menejer pelatih Timnas Indonesia. Dirinya bertugas dan juga bertanggung jawab atas prestasi di skuat Garuda Indonesia Senior, U-23 dan U-19. Wah, beban yang cukup berat juga bagi Tae Yong.

Shin Tae Yong sendiri dijadikan pelatih Timnas Indonesia Senior tidak sendiri karena ia didampingi oleh Indra Sjafri sebagai asisten pelatihnya. Namun Indra pun menjadi pelatih kepala bagi Timnas Indonesia U-23 yang mana dibantu oleh Nova Arianto serta Kim Woo Jae. Untuk Timnas Indonesia U-19, pelatihnya dipegang oleh Gong Oh-kyun yang mana didampingi oleh Nova. Sementara, U-16 pelatihnya masih sama, Bima Sakit yang juga tetap di bawah pengawasan Shin Tae Yong.

“Ini adalah hal yang normal dan sangat lumrah. Di Eropa saja seperti itu. Pelatih senior melakukan supervise pelatih-pelatih di level bawahnya. Secara struktur ini sudah bagus,” kata Kusnaeni yang dilansir dari CNN Indonesia lewat sambungan telepon hari Jumat (10/1). Struktur kepelatihan yang sama sebetulnya sudah pernah digunakan 2 tahun lalu ketika Timnas Indonesia dipegang oleh Luis Milla. Akan tetapi, tetap saja masih belum efektif.

Bima Sakti yang mana didapuk jadi asisten pelatih dianggap masih sangat minim pengalaman untuk bisa menggantikan Luis Milla yang tidak diperpanjang lagi kontraknya di Skuat Garuda Indonesia. “Kesalahannya kala itu adalah asistennya yang dipilih bukan yang berpengalaman. Pelajarannya adalah saat memilih asisten pelatih loka harus yang memiliki kualifikasi,” kata Kusnaeni.

“Ini juga buat jaga-jaga kalau Shin Tae Yong ada apa-apa di tengah jalan harus orang yang siap yang pegang. Begitu juga di level ke bawahnya dan juga seterusnya. Sehingga terbentuk lah yang namanya tangga karir,” imbuhnya lagi.

Kusnaeni Agak Beda Pandangan dengan PSSI

Kusnaeni juga menyebutkan bahwa ia cendrerung agak beda pendapat dengan PSSI. Hal ini karena PSSI memberikan fokus apda Shin Tae Yong sebagai pelatih di Timnas Senior. Menurutnya, padahal pelatih 49 tahun tersebut menyebut tak terlalu percaya diri dengan prospek tim senior. “Tapi saya mengerti bagaimana pun juga timnas senior itu adalah tolok ukur sepak bola Indonesia di mata internasional. Namun juga harus dipahami bahwa sepak bola Indonesia ini seperti apa. Sebab di saat yang bersamaan juga kita punya tantangan yang sangat besar, jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” tambahnya lagi.

Untuk Kusnaeni sendiri, menjadikan Shin Tae Yong ini sebagai kepala pelatih Timnas togel hk 2020 Senior keuntungannya tak sebesar saat ia ditempatkan untuk fokus saja di Timnas Indonesia U-20. Hal ini karena Timnas U-20 pun saat ini diberikan beban untuk menjadi tuan rumah dan meraih prestasi di Piala Dunia U-20 2021 esok.

Iwan Bule, selaku Ketua PSSI sudah diminta oleh Jokowi untuk mempersiapkan Piala Dunia U20 2021 secara matang baik dari segi fasilitas, dan juga timnas Indonesia U-20. Jokowi mengatakan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia harus dibeni demi dapatkan pemain yang sangat berkualitas dan bisa meraih prestasi.