Fakta Tentang Mansoon Asia: Sebabkan Gelombang Tinggi Di Laut Indonesia

Gelombang tinggi pasalnya terjadi di beberapa perairan di Indonesia dan inilah yang menjadi penyebab kekhawatiran masyarakat akhir-akhir ini. Penyebab dari gelombang itu adalah adanya peningkatan aktivitas dari Monsoon Asia di bulan Desember 2020.

1. Monsoon Asia

Monsoon Asia  sendiri disebut-sebut membentuk iklim dan juga lingkungan alam di Indonesia yang mana sifatnya amat sangat beragam sampai bisa menyebabkan angin bertiup jauh lebih kencang. Embusan angin kencang pasalnya menimbulkan gelombang tinggi di wilayah laut tanah air. “ hampir sebagian besar perairan Indonesia berpotensi terjadi gelombang yang tinggi dengan ketinggian bervariasi yang mana bergantung pada wilayahnya,” begitu lah ungkap kepala sub bidang analisis s7slot.com dan prediksi meteorologi Maritim BMKG Rismanto Effendi dilansir dari CNN Indonesia pada hari Selasa (22/12). 

Secara tradisional Monsoon Asia atau muson ini dipakai untuk merujuk di iklim yang terlihat nyata berubah secara musiman. Angin monsum ini merupakan angin yang berhembus secara periodik, ya itu minimal 3 bulan. Antara satu periode dengan periode yang lainnya bahkan memiliki pola yang berlawanan dan juga berganti arah secara berlawanan setiap setengah tahun. 

Di fenomena itu ternyata ada beberapa fakta yang bisa diketahui sebagai ciri-ciri dari Monsoon Asia ini.

2. Fakta-fakta soal Monsoon Asia

Untuk Anda yang penasaran apa saja fakta soal Monsoon Asia, kami akan membagikannya di bawah ini.

  • Monsoon Asia menerpa sebagian wilayah perairan Samudra Hindia

Pada umumnya gelombang ini diprediksi akan terjadi di perairan Indonesia bagian Samudra Hindia akan tetapi beberapa wilayah pun diprediksi ikut diterpa gelombang tinggi ini seperti misalnya Laut Natuna, Laut Jawa, Selat Karimata, Laut Banda, laut Flores, Samudra Hindia Barat Sumatera, Laut Arafuru sampai dengan Selatan Nusa Tenggara.

  • Tinggi dari Monsoon Asia bisa mencapai 4 sampai dengan 6 meter

Menurut keterangan dari BMKG, yang dilansir dari CNN Indonesia, fenomena dari Monsoon Asia ini bisa menyebabkan tingginya gelombang yang bisa mencapai 4 sampai 6 meter tingginya. Fenomena tersebut disebabkan karena embusan angin yang kencang sampai dengan 70 km per jam dan juga bertepatan dengan peningkatan aktivitas Monsoon Asia yang berlangsung sampai dengan akhir 2020. Gelombang tinggi ini diprediksi bakal terjadi pada 30 sampai 31 Desember 2020 di wilayah Laut Natuna Utara.

  • Monsoon Asia diprediksi bakar berlangsung dari tanggal 23-31 Desember 2020

Fakta yang terakhir adalah bahwa gelombang Monsoon Asia ini yang merupakan datangnya gelombang itu ke beberapa wilayah yang ada di Indonesia.  Badan meteorologi klimatologi dan geofisika atau BMG berkata bahwa pada umumnya kondisi gelombang ini signifikan dan masih berlangsung dengan variasi gelombang antara 2.5 sampai dengan 4 meter. Fenomena Ini pasangnya diprediksi terjadi di periode 23-29 Desember 2020 pada wilayah perairan Indonesia khususnya di wilayah yang berhadapan dengan samudra Hindia. 

Akan tetapi gelombang rindu ini pun diperkirakan terjadi di akhir tahun juga. “ perlu diwaspadai peningkatan gelombang mencapai 4-6 meter pada tanggal 30-31 Desember 2020 di wilayah Laut Natuna Utara,” ungkap BMKG.

Sebelumnya diberitakan bahwa BMKG memprediksi angin Monsoon Asia ini  bakal melintas di Sulawesi Selatan selama kurang lebih 4 hari Mulai tanggal 9-12 Januari 2020 lalu. Fenomena ini pasalnya menyebabkan peningkatan penambahan massa udara basah juga pola pertemuan massa udara dari laut Jawa sampai dengan selamat di yang berakibat pada muncul gelombang tinggi, banjir, sampai dengan tanah longsor. Demikianlah fakta-fakta dari potensi gelombang tinggi Monsoon Asia yang mungkin saja berguna untuk anda. Sampai sekarang masyarakat masih diimbau untuk berhati-hati ketika sedang beraktivitas di luar rumah.