Waktu Singkat Untuk Persiapan Buka Kampus Dan Sekolah Lagi Januari 2021

Seperti yang sudah diberitakan sebelumnya bahwa Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nadiem Makarim memberikan keleluasaan untuk pemerintah daerah dan juga satuan pendidikan untuk melakukan pembelajaran tatap muka pada semua zona dimulai pada Januari 2021 mendatang. Dengan begitu apabila kampus ataupun sekolah yang mau membuka lagi kegiatan belajar mengajar mereka Maka persiapannya juga mesti rampung dalam waktu tidak sampai 2 bulan.

Waktu Persiapan Yang Pendek

Deputi bidang pendidikan dan agama Kementerian koordinator pembangunan manusia dan kebudayaan yakni Agus Sartono sadar betul bahwa waktu yang diberikan kepada pihak-pihak yang harus mempersiapkan pembukaan kembali kegiatan belajar mengajar baik di kampus maupun di sekolah cukup tingkat. “ tentu memang waktunya sangat pendek Karena cuma punya satu setengah bulan saja. Baik sekolah dan juga dinas terkait mesti melaksanakan ini dengan detail,” ungkapnya yang dilansir dari CNN Indonesia pada hari Selasa (24/11).

Untuk bisa memberlakukan lagi pembelajaran tatap muka yang rencananya bakal dimulai Januari 2021, sekolah dan juga kampus mesti memenuhi 6 daftar periksa yang sudah ditentukan oleh Kemendikbud. Daftar periksa tersebut meliputi kesiapan menerapkan wajib untuk memakai masker, akses fasilitas pelayanan kesehatan dan juga ketersediaan sarana sanitasi dan juga kebersihan. Tidak hanya itu, bahkan sekolah juga mesti mempunyai alat pengukur suhu, melakukan pemetaan keadaan dan juga kondisi dari warga sekolahnya serta mendapatkan persetujuan komite sekolah yang artinya mesti mendapatkan izin dari para orang tua murid. Termasuk untuk guru serta siswa yang mempunyai penyakit komorbid, memiliki riwayat Perjalanan yang sangat beresiko dan juga tidak memiliki akses transportasi yang aman.

Harus Menerapkan Daftar Periksa Yang Sudah Ditetapkan Kemendikbud

Daftar itu Mesti diisi semua sekolah ada juga kampus lewat Data Pokok Pendidikan Kemendikbud. Tujuan dari Ini semua adalah supaya pemerintah tahu bagaimana kesiapan di lapangan. Akan tetapi Agus sendiri mengatakan bahwa semenjak kebijakan pembukaan sekolah dan kampus diizinkan pada zona hijau dan orange ternyata baru ada 42% satuan pendidikan saja yang dengan tertib mengisi daftar periksa itu.

“makanya saya minta Bupati, walikota, gubernur, untuk memastikan kepala daerah di pemerintahan masing-masingnya mendorong sekolah yang belum mengisi checklist ini,” katanya lagi.

Dilansir dari CNN Indonesia, mereka sudah berupaya untuk meminta data togel sidney terbaru yang dikeluarkan dari kepala pusat data dan informasi Kemendikbud Iya nih Hasan Chabibie, dan juga Kepala Biro Humas dan kerjasama Kemendikbud Evi Mulyani, tapi sampai saat ini masih belum mendapatkan jawaban.

Agus sendiri sadar betul kalau ada pihak-pihak yang tak setuju dengan keputusan pemerintah untuk mengizinkan pembukaan sekolah dan juga kampus mulai Januari 2021. Dirinya mengatakan bahwa memang tidak ada kebijakan yang bisa memuaskan semua orang. Akan tetapi pihaknya sangat yakin satuan pendidikan bisa menerapkan protokol kesehatan dengan sangat ketat dan juga baik. Menurut dirinya masyarakat telah terbiasa dengan penerapan protokol protokol kesehatan selama hampir setahun ini.

,“Bagaimana kalau ada case? Perlu saya beri gambaran. Kita punya lembaga pendidikan lain, pesantren. Banyak Pesantren memilih tidak menutup. Saya khawatir juga (awalnya), tapi ternyata bisa berjalan. Kalau ada case ditangani, anak dicek, diperiksa, diisolasi. Pesantren yang intensif saja dapat menangani ini harusnya sekolah juga bisa belajar,” pungkasnya.  Dinas pendidikan yang ada di sejumlah daerah juga Mulai membahas pembukaan sekolah tatap muka langsung seperti Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana yang akan mengizinkan pembukaan sekolah lagi di wilayahnya tepatnya pada Januari 2021 mendatang.