Nikita Mirzani Jalani Sidang Dakwaan Dugaan Penganiayaan

Artis kontroversional, Nikita Mirzani, dikabarkan akan menjalani sidang perdana kasus yang menjeratnya, yaitu dugaan penganiayaan yang mana menjerat dirinya ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Senin (24/2). Dijadwalkan jaksa akan membacakan dakwaan dugaan penganiayaan yang mana dilakukan oleh Nikita pada Dipo Latief, mantan suaminya.

Nikita Mirzani Hadapi Sidang Dugaan Penganiayaan

Melansir dari CNN Indonesia, berdasarkan apda catatan Sistem Informasi Penulusuran (SIPP) PN Jakarta Selatan, sidang itu tercatat dalam nomor perkara 181/Pid.B/2020/PN JKT.SEL. “Iya, benar (sidang perdana). Di atas jam 12.00 WIB sidangnya,” ungkap Kuasa Hukum Nikita Mirzani, Fachmi Bachmid ketika dikonfirmasi, Senin (24/2).

Sidang perdana ini akan diagendakan dengan pembacaan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) SiGIT Hendradi. Dan rencananya sidang bakal digelar jam 14.00 WIB. Fachmi sendiri mengatakan bahwa kliennya sudah amat siap menjalani sidang. Ia menambahkan bahwa Nikita memang ingin proses hukum berjalan dengan jelas dan bisa lekas masuk ke tahap persidangan. “Niki pasti datang, proses sidang ini yang diharapkan membuka kebenaran yang terjadi atas peristiwa yang didakwakan ke Niki,” imbuhnya lagi.

Dalam perkara ini, Nikita Mirzani diduga melakukan penganiayaan pada mantan suaminya, Dipo Latief. Dipo kemudian melaporkannya ke Polres Jakarta Selatan. Lalu Nikita dijemput oleh polisi tanggal 31 Januari lalu karena dua kali tidak memenuhi panggilan pemeriksaan. Ia dijemput paksa pada waktu dini hari , tepatnya di kediamannya di kawasan Mampang Jakarta Selatan.

Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan sempat juga menetapkan Nikita sebagai tahanan kota sesuai dengan permintaannya. Kejari Jaksel sendiri mengabulkannya karena ia adalah orang tua tunggal bagi anak-anaknya. “Pertimbangan kemanusiaan yang bersangkutan dengan single parent, ada anak yang masih membutuhkan ibunya. Itu subjektif,” ungkap Andi Ardhani, Kepala Seksi Intelijen Kejari Jaksel.

Kasus dengan dugaan penganiayaan itu dilaporkan sejak 5 Juli 2018 lalu dengan nomor perkara LP/1189/VII/2018/PMJ/RJS/ dengan Pasal 351/KUHP Jo. 335 KUHP. Berkas perkaranya sendiri telah dinyatakan lengkap masuk ke tahap satu atau P21 pada bulan Desember 2019.

Nikita Jadi Tahanan Kota: Wajib Lapor 2 Kali Seminggu

Menjadi tahanan kota merupakan keputusan dari hasil pertimbangan dari Kejaksaan Jakarta Selatan setelah kepolisian melimpahkan Nikita dan juga barang buktinya ke kejaksaan hari Senin (3/2). “Berdasarkan pertimbangan dari penuntut umum, yang bersangkutan tetap ditahan dalam bentuk penahan kota,” ungkap Andi ketika dikonfirmasi beberapa minggu lalu.

Andi juga mengatakan Nikita sendiri yang mengajukan untuk jadi tahanan kota. Permohonan itu kemudian diproses dan akhirnya dikabulkan. Ia menyebut salah satu alasannya adalah karena Nikita merupakan single parent.  Dengan jadinya Nikita tahanan kota, menurutnya, Nikita tak boleh beraktifvitas di luaor Jakarta. Selain itu, ia juga wajib lapor seminggu 2 kali.

Menurut Fachmi, pengacara Nikita, kliennya sakit pada waktu itu, namun tetap beraktifitas sehingga menimbulkan penafisran yang berbeda saja. “Ya mungkin dia kan sakit, itu menimbulkan penafsiran yang berbeda karena dia sakit pun dia beraktifitas,” ungkap Fachmi.

Dalam akun Instagram pribadinya, ia mengucapkan terima kasih atas dikabulkannya permintaannya Toto togel sebagai tahanan kota. “Terima kasih untuk bapak2 jaksa Di Kejaksaan Jakarta Selatan. Atas semua pertimbangan yang sudah diberikan untuk niki. Sampai akhirnya niki bisa berkumpul dengan anak2 dan semua keluarga sahabat2 yang selalu mendukung niki,’ itu lah ditulis oleh Nikita di Instagram pribadinya beberapa minggu yang lalu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *