Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat dipindah ke Polda Jawa Tengah Usai diperiksa

Akhir-akhir ini, sebuah keraton menjadi perbincangan dan perhatian warganet. Raja dan Ratu Keraton Agung Sejagat, yaitu Toto Santoso dan Fanni Aminadia pasalnya sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong dan penipuan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, kemudian keduanya langsung dipindahkan oleh Polres Purworejo ke Polda Jawa Tengah untuk melakukan pemeriksaan.

Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat ditangkap

Polda Jawa Tengah akhirnya meringkus Raja dan Ratu Kerajaan Agung Sejagat yaitu Toto Santoso (420 dan juga Fanni Aminadia (41). Mereka adalah dua orang yang mana mengikrarkan diri sebagai raja dan juga permaisuri Kerajaan Agung Sejagat. Penangkapan sendiri dilakukan di Purworejo, Jawa Tengah, pada hari Selasa (14/1) petang kemarin.

Penangakpan yang dipimpin oleh Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah Kombes Polisi Budi Haryanto di rumah pelaku yang juga menjadi istana atau keratonnya. “Kita bawa ke Polres Purworejo untuk dimintai keterangan,” ungkap Budi.

Raja dan Ratu dipindah ke Polda Jawa Tengah

Raja dan ratu Kerajaan Agung Sejagat keluar dari Polres Purworejo pada hari Rabu (15/1) kira-kira pukul 06.30 WIB. Mereka dikawal oleh tim yang mana dipimpin oleh Budi. “Pagi ini kita bawa ke Semarang, Mapolda Jateng, untuk diperiksa secara mendalam. Kalau sudah selesai dan lengkap, akan kita ekspos,” ungkap Budi.

Pasangan suami-istri, Toto dan Fanni ini, ditangkap petugas gabungan Polres Purworejo dan juga Polda Jawa Tengah di hari Selasa (13/1), tepatnya di rumahnya yang mana sekaligus juga dijadikan istana kerajaannya di Desa Pogung Jurutengah Kabupaten Purworejo. Keduanya disangkakan dengan pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 di mana tentang penyebaran berita bohong yang mana imbasnya di keonaran pada masyarakat. Tak Cuma itu, mereka juga disangkakan dengan pasal 378 KUHP tentang penipuan.

“Kita sangkakan pada pelaku dengan pasal 14 UU No. 1 Tahun 1946 dan juga penipuan dengan pasal 378 KUHP. Akan tetapi saat ini masih dalam pemeriksaan intensif. Masyarakat dimohon untuk tetap tenang,” ungkap Budi lagi.

Selain Raja dan juga Ratu dari Kerajaan Agung Sejagat itu, polisi juga memeriksa beberapa orang yang lainnya yang diberikan jabatan misalnya saja Mahapatih, Bendahara dan juga Resi Keraton. Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa berkas atau pun surat-surat palsu yang mana dicetak sendiri oleh pelaku totobet sgp untuk merekrut anggota Keratonnya.

Terkait dengan adanya dugaan makar, Budi sendiri mengatakan bahwa pihaknya masih sedang mendalami dengan jajarannya. Kerajaan Agung Sejagat di Kabupaten Purworejo ini mendadak jadi perhatian public dan ramai diperbincangan oleh warganet di media sosial Twitter. Raja keraton tersebut mengaku bahwa ia adalah penerus kerajaan Majapahit.

Sedangkan Dewan Kerajaan dalam MAKN (Majelis Adat Kerajaan Nusantara) menilai bahwa kemunculan Keraton Agung Sejagat ini adalah fenomena yang mesti disikapi segera secara serius. Edward Syag Pernong, salah satu anggota Dewan Kerajaan MAKN, mengatakan bahwa definisi keraton bukan lah hal mudah dikarenakan harus mempunyai sejarah identitas, tradisi sampai dengan abdi dan rakyat. Apalagi, Keraton Agung Sejagat ini menyebutkan bahwa mereka adalah penerus kerajaan Majapahit yang telah runtuh berabad-abad lamanya.

“Mungkin jalan pikirannya bisa dianggap orang ‘sakit’ yang ingin menyembuhkan orang ‘sehat.’ Mereka ini dibawah fatamorgana,” ungkap Edward.

“Sebuah struktur kerjaan itu selesai setelah ditaklukkan. Majapahit selesai setelah ditaklukkan oleh Demak. Demak selesai oleh Pajang dan Pajang ditaklukkan Mataram sampai sekarang. Jadi, aneh dan lcu kalau ini meneruskan Majapahit,” tukasnya.

Ruselli Hartawan Ditunggu Lawan Tangguh di Babak Utama Indonesia Masters 2020

Indonesia Masters 2020 Super 500 sedang bergulir mulai dari hari ini dan sebagian pebulutangkis Indonesia telah bermain dan salah satunya adalah Ruselli Hartawan yang sukses melaju ke babak utama Indonesia Masters setelah berhasil menang di babak kualifikasi. Namun sayangnya pebulutangkis muda ini akan langsung berhadapan dengan lawan berat di babak pertama yaitu Michelle Li dari Kanada dan dirinya mengaki benar-benar mewaspadai calon lawannya itu.

Ruselli Hartawan Waspadai Serangan Michelle Li

Ruselli Hartawan menilai bahwa Li merupakan lawan yang sangat tangguh bahkan itu juga sudah dibuktikannya sendiri dari setiap laga yang akhirnya membawa pebulutangkis kelahiran Hongkong itu di peringkat delapan ranking dunia tunggal putri saat ini. Untuk turnamen Indonesia Masters saat ini, Li berada pada unggulan ketujuh dan jelas Ruselli harus benar-benar waspada pada permainan yang akan ditunjukkan oleh Li ini. Ruselli juga akan mencoba mempersiapkan dirinya dengan sangat baik.

Ini semua bertujuan untuk menang dan meraih hasil baik untuk melangkah maju ke babak berikutnya. Pertemuan yang akan terjadi di Indonesia Masters antara keduanya ini merupakan yang pertama kali. Sejauh ini keduanya belum pernah saling berhadapan sehingga Ruselli sendiri mengakui bahwa dirinya kurang memahami dengan baik seperti apa permainan dari Li. Seperti yang dilansir dari website resmi PBSi, Ruselli mengatakan jika dirinya harus waspada benar dengan performa dari Li.

Ruselli menilai bahwa Li bukan permain yang buruk melainkan justru sangat baik dan yang harus dilakukannya saat ini adalah mempelajari dengan baik permainan Li dan juga hal yang paling diwaspadai oleh Ruselli adalah serangannya karena Li memiliki kelebihan yaitu postur tubuhnya yang tinggi. Dia menilai bahwa serangan yang dimiliki Li pasti tajam sehingga dia hanya ingin memperkuat pertahanan lebih baik lagi terlebih Ruselli juga bermain di depan para pendukung sendiri di Istora.

Keberhasilan Ruselli Hartawan Tembus Babak Utama Indonesia Masters 2020

Tunggal putri Indonesia ini diketahui berhasil melaju ke babak utama dari turnamen Indonesia Masters setelah mengandaskan wakil dari China Taipei yaitu Pai Yu Po dalam dua game langsung di babak kualifikasi dengan skor 21-18 dan juga 23-21. Tentu saja hasil baik yang diperoleh Ruselli Hartawan ini semakin menambah tren positif yang diraihnya atas lawan yang sama dimana pertemuan keduanya yang terakhir ini terjadi beberapa hari yang lalu dalam Malaysia Masters 2020.

Laga tersebut juga berhasil dimenangkan oleh Ruselli namun dalam pertarungan 3 game yaitu 13-21, 21-14 dan game ketiga dengan 21-17. Sebab itulah, keberhasilannya menang lagi dari lawan yang sama dalam dua game ini disambut dengan senang oleh Ruselli. Ruselli pun mengatakan jika hal ini dapat terjadi sebab kali ini dirinya berhasil untuk bermain dengan lebih tenang lagi di lapangan. Sempat membuat banyak sekali kesalahan di game kedua, akhirnya Ruselli kembali menutup set dengan kemenangan setelah terjadi setting pada point 20.

Seperti yang dilansir oleh halaman resmi PBSI, peraih medali perak Sea Games 2019 ini mengakui jika di babak kedua, dirinya melakukan banyak sekali kesalahan. Dia mencobauntuk mengejar dan juga meladeni terus permainan yang diberikan oleh lawan sebelum akhirnya dia pun menyerang balik. Dia pun mengatakan jika hasilnya kali ini lumayan dibandingkan pertemuan mereka di Malaysia Masters sebelumnya dimana Ruselli mengakui jika dirinya lebih banyak kesalahan dan mati sendiri.

Belum lagi dirinya juga lebih sering bermain terburu-buru. Ruselli Hartawan juga mengatakan jika kendala yang dialaminya di babak kualifikasi adalah angin namun dia mengaku cepat beradaptasi. Kini salah satu andalan Indonesia ini harus mengatur kembali staminanya karena harus berhadapan dengan salah satu pemain yang bertengger di peringkat 8 dunia Michelle Li dari Kanada yang belum bermain hari ini sehingga dipastikan Li akan bermain dalam stamina penuh menghadapi Ruselli.

Tae Yong dinilai Jadi Orang Paling Tepat Sebagai Menejer Pelatih Timnas Indonesia

Posisi Shin Tae Yong sebagai menejer pelatih Timnas Indonesia sekarang ini dinilai pengamat sepak bola nasional yang sering memberikan pendapatnya, Mohammad Kusnaeni, sebagai keputusan yang sudah sangat tepat. Kondisi ini menurutnya dipercaya dapat membantuk sebuah tangga karir bagi pelatih lokal.

Shin Tae Yon: Sosok yang Pas Jadi Menejer Pelatih Timnas Indonesia

PSSI pasalnya memutuskan untuk mengangkat Shin Tae Yong jadi menejer pelatih Timnas Indonesia. Dirinya bertugas dan juga bertanggung jawab atas prestasi di skuat Garuda Indonesia Senior, U-23 dan U-19. Wah, beban yang cukup berat juga bagi Tae Yong.

Shin Tae Yong sendiri dijadikan pelatih Timnas Indonesia Senior tidak sendiri karena ia didampingi oleh Indra Sjafri sebagai asisten pelatihnya. Namun Indra pun menjadi pelatih kepala bagi Timnas Indonesia U-23 yang mana dibantu oleh Nova Arianto serta Kim Woo Jae. Untuk Timnas Indonesia U-19, pelatihnya dipegang oleh Gong Oh-kyun yang mana didampingi oleh Nova. Sementara, U-16 pelatihnya masih sama, Bima Sakit yang juga tetap di bawah pengawasan Shin Tae Yong.

“Ini adalah hal yang normal dan sangat lumrah. Di Eropa saja seperti itu. Pelatih senior melakukan supervise pelatih-pelatih di level bawahnya. Secara struktur ini sudah bagus,” kata Kusnaeni yang dilansir dari CNN Indonesia lewat sambungan telepon hari Jumat (10/1). Struktur kepelatihan yang sama sebetulnya sudah pernah digunakan 2 tahun lalu ketika Timnas Indonesia dipegang oleh Luis Milla. Akan tetapi, tetap saja masih belum efektif.

Bima Sakti yang mana didapuk jadi asisten pelatih dianggap masih sangat minim pengalaman untuk bisa menggantikan Luis Milla yang tidak diperpanjang lagi kontraknya di Skuat Garuda Indonesia. “Kesalahannya kala itu adalah asistennya yang dipilih bukan yang berpengalaman. Pelajarannya adalah saat memilih asisten pelatih loka harus yang memiliki kualifikasi,” kata Kusnaeni.

“Ini juga buat jaga-jaga kalau Shin Tae Yong ada apa-apa di tengah jalan harus orang yang siap yang pegang. Begitu juga di level ke bawahnya dan juga seterusnya. Sehingga terbentuk lah yang namanya tangga karir,” imbuhnya lagi.

Kusnaeni Agak Beda Pandangan dengan PSSI

Kusnaeni juga menyebutkan bahwa ia cendrerung agak beda pendapat dengan PSSI. Hal ini karena PSSI memberikan fokus apda Shin Tae Yong sebagai pelatih di Timnas Senior. Menurutnya, padahal pelatih 49 tahun tersebut menyebut tak terlalu percaya diri dengan prospek tim senior. “Tapi saya mengerti bagaimana pun juga timnas senior itu adalah tolok ukur sepak bola Indonesia di mata internasional. Namun juga harus dipahami bahwa sepak bola Indonesia ini seperti apa. Sebab di saat yang bersamaan juga kita punya tantangan yang sangat besar, jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2021,” tambahnya lagi.

Untuk Kusnaeni sendiri, menjadikan Shin Tae Yong ini sebagai kepala pelatih Timnas Senior keuntungannya tak sebesar saat ia ditempatkan untuk fokus saja di Timnas Indonesia U-20. Hal ini karena Timnas U-20 pun saat ini diberikan beban untuk menjadi tuan rumah dan meraih prestasi di Piala Dunia U-20 2021 esok.

Iwan Bule, selaku Ketua PSSI sudah diminta oleh Jokowi untuk mempersiapkan Piala Dunia U20 2021 secara matang baik dari segi fasilitas, dan juga timnas Indonesia U-20. Jokowi mengatakan bahwa kompetisi sepak bola Indonesia harus dibeni demi dapatkan pemain yang sangat berkualitas dan bisa meraih prestasi.